thumbnail

On 02.08 with No comments



Selalu menjadi sorotan berita mengenai Pelakor, disosial media topik ini menjadi bahasan yang selalu hangat untuk kaum hawa baik dari kalangan masyarakat biasa hingga artis.

Pelakor atau yang biasa disebut perebut lelaki orang sudah banyak yang mengetahui betapa berbahayanya wanita yang memiliki sifat pelakor ini.

Seperti kisah wanita ini, Marry Widdi yang suaminya direbut pelakor.

Marry menceritakan kisahnya dnegan curhat pada akun facebooknya.

Namun kini curhatan tersebut sudah tidak ada lagi.

Ada potongan curhatannya yang masih tersisa yang diunggah @makrumpita seperti yang dikutip dari tribunnews.com.



Setelah curhat melalui media Facebook, Marry mengunggah sebuah foto curhatan putri sulungnya.


Dalam curhatan Tasya putri pertama mereka berdua.

Ternyata suami Marry direbut oleh siswi kelas 3 SMA.

Bahkan Rida Ayu Nisa mengunggah foto syurnya bersama suami Marry ke aku instagramnya.

Barusan akun instagram Rida Ayu Nisa @anisaryadi mengungunggah insta story.

Hanya blank yang diberikan tulisan curhatan Nisa tentang masalah ini dari sudut pandangnya.



"My simple question, kenapa setiap ada orang ketiga dalam suatu hubungan selalu orang ketiga yang cuma disalahin?

Orang ketiga dan kedua loh sama2 sadar "melakukannya".

Ga mungkin orang ketiga bisa masuk rumah kalo ga dibukain kuncinya sama orang kedua."

Curhatan Nisa diunggah oleh akun instagram @makrumpita.



Tetap saja Nisa membela dirinya, menurutnya dia tidak akan merusak kalau cowok itu tidak membukakan pintu.Banyak netizen yang kesal dengan insta stories Nisa.

@mekedi_me "Pngen gw rawit ne bocah gak usah cri pembenaran di mana2 klo laki yg udah nikah sebaiknya wanita single janda atau sudah punya laki sadar diri jgn merusak kebahagian kaum kamu dan karma berlaku laki2 di kangkangin mana ada yg bs nolak kecuali laki2 itu imannya sudah tinggi"

@deedew_14 "Sudah hilang akal sehat dan urat malu, dek skola dlu biar bener
thumbnail

On 03.26 with No comments

w644 (7)
Kematian Yudi Hermanto, pria berbobot 310 kg (kilogram), meninggalkan duka mendalam bagi keluarganya. Warga Karawang, Jawa Barat itu meninggal dunia saat menjalani perawatan di rumah sakit umum daerah (RSUD) setempat. Sebelum mengembuskan napas terakhir, lelaki berusia 33 tahun itu sempat mengalami kejang-kejang dan sesak napas.
“Yudi meninggal pukul 05.45 WIB di RSUD. Soal penyakit dan penanganannya tidak bisa kami buka kepada publik,” ucap Kasi Pelayanan RSUD Karawang, Dwi Susilo, saat dihubungi melalui telepon selularnya, Senin (11/12/2017).
Hal itu adalah rahasia kedokteran. “Jadi, silakan saja tanya ke keluarga karena sudah diberikan penjelasan oleh dokter,” ujarnya.
Adapun salah seorang kerabat almarhum Yudi, Nadia, mengatakan bahwa sebelum meninggal Yudi bangun dari tidur sekitar pukul 04.00 WIB. Karena merasa kegerahan, dia pergi mandi.
Selesai mandi, Yudi kembali berbaring di tempat tidur. Tak lama kemudian, ia mengeluh napasnya sesak. Keluarga berupaya menghubungi dokter. Namun, pria berbobot 310 kg itu tiba-tiba kejang-kejang, kemudian diam tidak bergerak.
“Karena panik, saya langsung menghubungi perawat yang berjaga. Namun, begitu perawat datang, Yudi sudah meninggal dunia,” katanya.
Selanjutnya, keluarga memakamkan jenazah pria berbobot 310 kg itu di Kampung Pancasila, Desa Sirnabaya, Kompleks Asrama 324, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang.
Rutin Melahap Sisa Makanan Katering
Kebiasaan Yudi Hermanto selalu menghabiskan sisa makanan pelanggan katering tempatnya bekerja membuat berat badannya naik tiga kali lipat. Berat badan Yudi mencapai 310 kg.
Sejak setahun terakhir, dia selalu memakan sisa katering hajatan pasangan pengantin yang menjadi pelanggan tempatnya bekerja. Kini, ukuran tubuh warga Desa Sirnabaya, Kecamatan Telukjambe Timur, Karawang, Jawa Barat, itu menjadi superjumbo.
Yudi menceritakan, setahun lalu berat badannya hanya 110 kilogram. Kini, berat badannya naik tiga kali lipat menjadi 310 kilogram. Saat ini dia dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang.
Awalnya, Yudi tidak bisa memeriksakan penyakitnya tersebut karena faktor ekonomi. Namun, dia kini mendapat bantuan biaya pengobatan selama di RSUD Karawang dari Pemkab Karawang.
“Saya baru tahu kalau badan saya sedemikian berat. Sebab, timbangan di rumah sudah tidak cukup untuk menimbang saya lagi,” kata dia, beberapa hari lalu.
“Saya memang punya bakat gemuk, tapi tidak seperti ini. Berat saya waktu itu cuma 110 kilogram. Itu sudah paling tinggi. Tapi, sekarang malah terus bertambah dengan cepat. Saya tidak tahu kenapa,” ucapnya.
Yudi mulai bingung dengan pertumbuhan badannya yang semakin pesat. Dia sempat meminta orangtuanya mengantar ke dokter. Namun, karena tidak punya uang, dia biarkan penyakitnya terus tumbuh.
“Saya sempat putus asa dengan penyakit saya ini. Tapi, mau bagaimana lagi, saya memang tidak punya uang. Saya bilang kepada orangtua saya jangan mikirin saya lagi, biar ini urusan saya untuk menjalaninya,” tuturnya.
Pengobatan Ditanggung Pemerintah

Yudi Hermanto, (baju hijau) pria berbobot 310 kg kini sedang menjalani perawatan di RSUD Karawang. (Aef Saepulloh/Pasundan Ekspress)
Yudi sempat mengaku kaget setelah mendapat kabar bahwa penyakit yang dideritanya bakal diobati pemerintah daerah. Saat akan menjalani pemeriksaan di RSUD, Yudi ditemui Wakil Bupati Karawang, Ahmad Zamakhsyari.
Ahmad menyatakan, pemerintah bakal menanggung seluruh biaya pengobatan Yudi selama dirawat di RSUD. Bahkan, jika harus dirujuk ke rumah sakit lain di luar Karawang, pemerintah tetap membiayai perawatan Yudi hingga dinyatakan sembuh.
“Kami prihatin dengan penyakit yang diderita Yudi. Semoga saja dengan perawatan intensif dari tim medis, dia bisa segera pulih,” ujarnya.
Selain biaya perawatan Yudi, pemerintah daerah memberikan bantuan kepada keluarga yang menunggu di rumah sakit.
“Kami berharap dengan bantuan pemerintah ini penyebab penyakit Yudi bisa segera diketahui, kemudian dapat disembuhkan,” ucapnya.
Sumber/foto/artikelasal:Linetoday
thumbnail

On 03.14 with No comments

Setiap manusia akan berjuang sekuat tenaga untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Ada yang
bekerja siang dan malam, ada juga yang mempertaruhkan nyawanya demi sesuap nasi.
Yah, kemiskinan merupakan salah satu masalah utama yang sedang melanda berbagai negara di dunia ini.
Jutaan keluarga di seluruh penjuru dunia menderita karena kemiskinan.
Mereka rela melakukan apapun demi mendapatkan uang dan memenuhi kebutuhan keluarganya.
Tidak jarang orang yang sudah tua renta atau bocah yang masih sangat muda, harus banting tulang demi membantu keluarganya.
Kamu pastinya sering melihat bocah yang masih sangat muda, berjualan atau mengemis di pinggir jalan.
Ada juga orang yang sudah tua dan renta yang bekerja sangat keras walaupun kondisi kesehatan dan usianya sudah tidak mendukung.
Salah satunya adalah pria yang satu ini.
Layaknya di Indonesia, kemiskinan juga masih menghantui masyarakat Filipina.
Tribunstyle melansir dari Viral4real, kisah memilukan pria ini diunggah oleh akun Facebook @AbbeyAnnHernandez.
Saat itu, dia bersama keluarganya sedang berlibur ke pantai Filipina.
Sesampainya di sana, dia melihat ada seorang pria yang berenang mendekati perahunya.

Pria menjual es krim di tengah laut (viral4real)
Pada awalnya, Abbey hanya menganggap bahwa pria itu salah satu pengunjung pantai yang sedang berenang saja.
Namun, dia terkejut saat melihat pria itu menghampirinya sembari membawa kotak es krim.
Rupanya pria tersebut sedang berjualan es krim sembari berenang di tengah laut.

Pria berjualan es krim di tengah laut (Viral4real)
Saat ditanya, rupanya pria tersebut harus bekerja demi memenuhi kebutuhan keluarganya.
Yap, pria yang belum diketahui namanya ini tergolong keluarga menengah ke bawah.
Setelah ceritanya diunggah ke media sosial, banyak warganet yang merasa iba melihat perjuangan keras pria tersebut.
Pria paruh baya ini rela mengorbankan nyawanya sendiri demi mendapatkan uang untuk mencukupi kebutuhan keluarganya.
Bagaimana tidak, bisa saja dia terseret ombak atau tenggelam di tengah lautan.
Banyak warganet yang bersedia membantu pria paruh baya tersebut dan memberikan donasinya.
Berikut ini postingan Abbey yang sudah dibagikan lebih dari 34 ribu kali di Facebook.
Bagaimana menurutmu? (TribunStyle.com/ Irsan Yamananda)