thumbnail

On 04.07 with No comments

Kecelakaan yang merenggut korban jiwa terjadi di Jalan R Soekamto, atau tepatnya 300 meter sebelum PTC mall.

Korbannya kali ini adalah Suswantile biasa dipanggil sule wantile (20), warga Kompleks Bumi Sako Damai, RT 99/03, Kelurahan Sako, Kecamatan Sako, Palembang. sule wantile tewas seketika usai motor Yamaha Mio Soul merah BG 2289 ID yang dikendarainya menabrak truk tangki.




loading...
Kecelakaan tragis yang merenggut nyawa Andre terjadi pada Rabu 06 Juli 2017. Awalnya, sule wantile bermaksud menuju PTC mall untuk berbelanja.

Ketika melintas di lokasi kejadian, mencoba untuk mendahului truk tangki yang ada di depannya dari sebelah kiri. Nahas, saat hendak memotong laju truk, motornya menyenggol bagian depan truk hingga terpental.


Akibatnya,  pun terseret truk tangki pengangkut minyak tersebut. Akibat kecelakaan itu, korban mengalami luka serius di bagian kepala dan tewas di tempat kejadian.

Semantara sang pengemudi truk, langsung melarikan diri.

Kasat Lantas Polresta Palembang Kompol Harris Batara mengatakan, saat ini jenazah korban sudah dievakuasi ke Instalasi Pemulasaraan Jenazah RSMH Palembang.


"Informasi saat ini, korban diduga berusaha mendahului truk tangki. Saat hendak memotong truk tersebut, korban terserempet lalu jatuh dan terseret truk," ungkap Harris.


Haris menambahkan, saat ini pihaknya sudah melakukan olah TKP dan memintai keterangan saksi.

"Untuk pengemudi truk masih dalam pengejaran, karena melarikan diri. Kita juga mengimbau masyarakat agar lebih mawas saat berkendara," tukasnya.

tribun.kota.com
thumbnail

On 03.26 with No comments

w644 (7)
Kematian Yudi Hermanto, pria berbobot 310 kg (kilogram), meninggalkan duka mendalam bagi keluarganya. Warga Karawang, Jawa Barat itu meninggal dunia saat menjalani perawatan di rumah sakit umum daerah (RSUD) setempat. Sebelum mengembuskan napas terakhir, lelaki berusia 33 tahun itu sempat mengalami kejang-kejang dan sesak napas.
“Yudi meninggal pukul 05.45 WIB di RSUD. Soal penyakit dan penanganannya tidak bisa kami buka kepada publik,” ucap Kasi Pelayanan RSUD Karawang, Dwi Susilo, saat dihubungi melalui telepon selularnya, Senin (11/12/2017).
Hal itu adalah rahasia kedokteran. “Jadi, silakan saja tanya ke keluarga karena sudah diberikan penjelasan oleh dokter,” ujarnya.
Adapun salah seorang kerabat almarhum Yudi, Nadia, mengatakan bahwa sebelum meninggal Yudi bangun dari tidur sekitar pukul 04.00 WIB. Karena merasa kegerahan, dia pergi mandi.
Selesai mandi, Yudi kembali berbaring di tempat tidur. Tak lama kemudian, ia mengeluh napasnya sesak. Keluarga berupaya menghubungi dokter. Namun, pria berbobot 310 kg itu tiba-tiba kejang-kejang, kemudian diam tidak bergerak.
“Karena panik, saya langsung menghubungi perawat yang berjaga. Namun, begitu perawat datang, Yudi sudah meninggal dunia,” katanya.
Selanjutnya, keluarga memakamkan jenazah pria berbobot 310 kg itu di Kampung Pancasila, Desa Sirnabaya, Kompleks Asrama 324, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang.
Rutin Melahap Sisa Makanan Katering
Kebiasaan Yudi Hermanto selalu menghabiskan sisa makanan pelanggan katering tempatnya bekerja membuat berat badannya naik tiga kali lipat. Berat badan Yudi mencapai 310 kg.
Sejak setahun terakhir, dia selalu memakan sisa katering hajatan pasangan pengantin yang menjadi pelanggan tempatnya bekerja. Kini, ukuran tubuh warga Desa Sirnabaya, Kecamatan Telukjambe Timur, Karawang, Jawa Barat, itu menjadi superjumbo.
Yudi menceritakan, setahun lalu berat badannya hanya 110 kilogram. Kini, berat badannya naik tiga kali lipat menjadi 310 kilogram. Saat ini dia dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang.
Awalnya, Yudi tidak bisa memeriksakan penyakitnya tersebut karena faktor ekonomi. Namun, dia kini mendapat bantuan biaya pengobatan selama di RSUD Karawang dari Pemkab Karawang.
“Saya baru tahu kalau badan saya sedemikian berat. Sebab, timbangan di rumah sudah tidak cukup untuk menimbang saya lagi,” kata dia, beberapa hari lalu.
“Saya memang punya bakat gemuk, tapi tidak seperti ini. Berat saya waktu itu cuma 110 kilogram. Itu sudah paling tinggi. Tapi, sekarang malah terus bertambah dengan cepat. Saya tidak tahu kenapa,” ucapnya.
Yudi mulai bingung dengan pertumbuhan badannya yang semakin pesat. Dia sempat meminta orangtuanya mengantar ke dokter. Namun, karena tidak punya uang, dia biarkan penyakitnya terus tumbuh.
“Saya sempat putus asa dengan penyakit saya ini. Tapi, mau bagaimana lagi, saya memang tidak punya uang. Saya bilang kepada orangtua saya jangan mikirin saya lagi, biar ini urusan saya untuk menjalaninya,” tuturnya.
Pengobatan Ditanggung Pemerintah

Yudi Hermanto, (baju hijau) pria berbobot 310 kg kini sedang menjalani perawatan di RSUD Karawang. (Aef Saepulloh/Pasundan Ekspress)
Yudi sempat mengaku kaget setelah mendapat kabar bahwa penyakit yang dideritanya bakal diobati pemerintah daerah. Saat akan menjalani pemeriksaan di RSUD, Yudi ditemui Wakil Bupati Karawang, Ahmad Zamakhsyari.
Ahmad menyatakan, pemerintah bakal menanggung seluruh biaya pengobatan Yudi selama dirawat di RSUD. Bahkan, jika harus dirujuk ke rumah sakit lain di luar Karawang, pemerintah tetap membiayai perawatan Yudi hingga dinyatakan sembuh.
“Kami prihatin dengan penyakit yang diderita Yudi. Semoga saja dengan perawatan intensif dari tim medis, dia bisa segera pulih,” ujarnya.
Selain biaya perawatan Yudi, pemerintah daerah memberikan bantuan kepada keluarga yang menunggu di rumah sakit.
“Kami berharap dengan bantuan pemerintah ini penyebab penyakit Yudi bisa segera diketahui, kemudian dapat disembuhkan,” ucapnya.
Sumber/foto/artikelasal:Linetoday
thumbnail

On 03.11 with No comments

Video tak terduga yang merekam dua sosok wanita berhijab di tangga eskalator ini menarik perhatian netizen.
Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @thisindolife pada Minggu (10/12/2017).
Video itu merekam dua orang wanita bwanita berhijab.
Seorang wanita menggunakan tas punggung, sedangkan seorang lagi yang berbaju merah menenteng juga menenteng bawaan seperti tas.
Tak dijelaskan dengan rinci di mana video itu direkam.
Namun jelas terlihat bahwa peristiwa itu terjadi di sebuah pusat perbelanjaan.
Dua orang wanita itu tampak sedang berada di tangga eskalator.
Sekilas memang tak ada yang terasa aneh.
Namun jika memutar videonya, ‘keanehan’ itu pasti akan segera disadari.
Pasalnya, kedua wanita tersebut sedang berusaha naik ke atas dengan eskalator yang salah.
Eskalator yang mereka gunakan bukan menuju ke atas,namun ke bawah.
Akibatnya, kedua wanita itu pun seperti berjalan di tempat, tak juga kunjung sampai di atas.
Namun meski demikian, keduanya seperti tidak sadar akan kesalahan mereka.
Bukannya berbalik arah, mereka justru tetap melanjutkan usaha untuk menuju ke lantai atas.
Peristiwa yang menggelikan itu kemudian d
irekam oleh seorang wanita.
“Ya nggak akan bisa lah…” ucap si perekam sembari menahan tawa.
Unggahan video itu tentu saja menarik perhatian netizen.
“Apparently, my followers say this warrants an actual post on my instagram… #smh
.
So, let me ask again, where’s Charles Darwin?,” tulis akun itu di captionnya.
Postingan tersebut sukses membuat netter mengelus dada dan terbahak.
“Maybe they think that thing is a treadmill,”
“terlalu bodoh tau gak!”
“Ketika orang luar sudah memikirkan gimana caranya agar sampai ke bulan, sedangkan orang Indonesia sibuk memikirkan gimana caranya agar sampai ke atas eskalator dengan cara naik eskalator turun.”
“Actually they are doing cardio bro…”
“Treadmill ibu-ibu to the next level,”
“dasar emak,”
Berikut video lengkapnya:
Sumber:tribunnews.com