thumbnail

On 05.33 with 1 comment



Si pelakor ini semakin menjadi-jadi dalam merebut pasangan seseorang, yang anehnya si pelakor ini begitu mudahnya merebut pasangan orang yang jelas-jelas sudah menjadi istri atau suami sah seseorang. Apa mungkin menggunakan ilmu pelet?

Sudah sangat sering dijumpai di sosial media mengenai kasus perselingkuhan.

Banyak pula pengguna sosial media yang menumpahkan kesedihannya lewat status yang di buatnya dan menjadi viral karena banyak sekali yang simpati.

Terlebih lagi kasus perselingkuhan ini terjadi akibat adanya pelakor, orang ketiga yang menjadi penghancur rumah tangga orang.



Seiring terus berlalunya waktu seperti pelakor ini semakin menjadi-jadi dalam merebut pasangan seseorang, yang anehnya si pelakor ini begitu mudahnya merebut pasangan orang yang jelas-jelas sudah menjadi istri atau suami sah seseorang. Apa mungkin menggunakan ilmu pelet?

Seperti yang sedang viral di facebook status yang di unggah Ayuu Mamih Qila ini :



Suami sampai sujud-sujud karena tergila-gila





Menurut salah satu komentar netizen si pelakor ini bisa saja menggunakan ilmu pelet untuk menggoda suami orang







Sebagai wanita dan juga seorang ibu, sangat memprihatinkan jika seorang wanita melakukan hal seperti itu.

Sabar dan tawakal, semoga allah memberikan pasangan baik untuk yang orang baik, amin. (wajibbaca.com)
thumbnail

On 15.21 with No comments


SAMARINDA-Orangtua mana yang tidak murka, mengetahui mahkota Keperawanan anaknya direnggut oleh pria yang belum menjadi menantunya.
Hal itu yang terjadi pada orangtua korban kasus asusila, yang ditangani oleh Polsekta Samarinda Ulu.
Korban yang masih berstatus pelajar kelas XI salah satu SMK di kota tepian, berusia 17 tahun, harus menerima kenyataan.
Pasalnya dirinya dan Kurniansyah (28), yang merupakan pacarnya, telah melakukan hubungan badan layaknya pasangan suami istri.
Bukan hanya sekali saja, namun dua kali telah dilakukan keduanya.
Bahkan dari pengakuan tersangka, korbanlah yang meminta dirinya untuk melakukan hubungan terlarang tersebut.
"Dia yang minta, bukan saya, dan saya tidak pernah memaksa. Kalau orangtuanya terima, saya siap untuk tanggung jawab, nikahi dia," ucap pria berambut pirang tersebut, Kamis (23/2/2017).
Sebelum dirinya dibawa ke Polsekta Samarinda Ulu, pria tersebut sempat datang ke Polsekta Samarinda Utara, setelah sebelumnya ditelpon oleh korban untuk datang ke polsek yang terletak di jalan DI Panjaitan itu.
"Yang jelas saya sudah jelaskan ke polisi dan orangtuanya, kalau saya memang sungguh-sungguh, saya siap nafkahi dia, terlebih saya sudah punya pekerjaan tetap," ucap pria yang bekerja sebagai desain grafis tersebut.
Dari hasil pemeriksaan terhadap pelaku, dirinya menyetubuhi korban di kamar kost milik teman pelaku, di jalan Wolter Mongonsidi, Samarinda Ulu, pada januari silam.
Dan, selanjutnya dilakukannya kembali di rumahnya yang terdapat di kawasan Sempaja, tepatnya di perumahan Sempaja Lestari Indah.
"Korban sendiri yang cerita kepada orangtuanya, tentang kejadian yang menimpanya. Setelah itu, orangtua korban melaporkan ke kepolisian."
"Pengakuan pelaku, suka sama suka, tapi orangtua mana yang terima anaknya seperti itu," ungkap Kanit Reskrim Polsekta Samarinda Ulu, Iptu Yunus Kelo.
"Pelaku sudah kami amankan, dan saat ini masih kami dalami lagi pemeriksaannya. Dengan adanya kejadian ini, kami harap orangtua dapat berperan penuh dalam menjaga dan mengontrol pergaulan anak-anaknya," tutupnya. (*)
BACA SUMBER
thumbnail

On 20.03 with No comments



Rabu, 08 Februari 2017 Supir Truk pengangkut barang bernama Kurniawan nekat membacok petugas Polantas Polres Kota Bandar Lampung Brigadir Satu Gunawan 9/10/2016 pagi tadi 07:30 Wib. Peristiwa terjadi nya usaha pembacokan supir kepada Polisi yang hendak membongkar barang bawaan nya.


Saat di tanyai petugas Kurniawan nekat membacok karena, surat2 izin yang ia miliki sudah lengkap semua, akan tetapi Brigadir Gunawan nekat memaksa ia untuk memberikan uang sebesar RP 200rb dengan alasan sebagai uang keamanan guna tidak membongkar barang bawaan nya yang berada di Trek tersebut.

Saya sudah bilang kepada polisi tersebut saya hanya membawa barang pecah belah yang akan saya antarkan ke kota palembang, tapi bapak itu maksa kalau saya tidak memberikan uang RP 200 RB kalau tidak barang bawaan saya mau di bongkar nya, untuk aman nya meminta uang keamanan tersebut dan saya bilang bahwa ongkos nya saja sudah tidak cukup pak polisi.

Surat2 yang saya bawakan sudah lengkap, saya sudah cukup sabar pak dengan prilaku polisi itu, tetapi kesabaran saya habis ketika pak polisi menahan SIM saya sampai 2 jam dan saya langsung kedapur pemilik warung dimana polisi itu duduk, mengambil golok lalu saya kejar, dan saya hilaf karna nekat membacok lengan kiri nya, ” tutur Kurniawan (Supir Truk)
Brigadir Gunawan pun langsung di larikan ke klinik terdekat untuk mendapatkan perawatan medis akibat dari luka bacok dan syok yang di alami nya, korban belum bisa di mintai keterangan karena masih belum sadarkan diri.

Atas perbuatan nya Sopir yang bernama Kurniawan (41) pun harus di tahan Polres Kota Bandar Lampung untuk sementara dan sampai kasus ini di selesaikan.
thumbnail

On 06.18 with No comments



MARYLAND - Seorang anak perempuan berumur empat tahun ditemukan tewas, setelah mendapat tendangan di perut dari ibunya sendiri.

Awalnya, sang ibu, Iris Hernandez-Rivas (20) menelepon polisi setelah mendapati putrinya tak bergerak di salah satu ruang di rumahnya di Gaithersburg, Maryland.

Kepada polisi, Iris mengaku anaknya yang bernama Nohely Alexandra Martinez Hernandez itu awalnya pergi ke kamar mandi.

Berselang 15 menit kemudian, Iris mendapati Nohely tak bergerak, dengan tubuh tertelungkup di dalam bathup.

Namun, Iris mengaku menunggu satu jam sebelum akhirnya menelepon saluran 911. Demikian dilansir laman Fox5.

Nohely dibawa ke Rumah Sakit Anak Nasional di Washington DC dalam keadaan kritis.

Saat pemeriksaan di RS, para dokter mendapati sejumlah memar di bagian tubuh Nohely, termasuk bekas trauma di bagian kepala.

Beberapa saat kemudian, bocah itu dinyatakan telah meninggal dunia.

Polisi mengatakan, Iris belakangan mengaku menendang anaknya itu di bagian perut.

Ibu tersebut marah, karena anaknya tak mau menyikat gigi.

Kepada polisi Iris pun mengaku anaknya menderita memar karena dia memukuli dengan ikat pinggang beberapa hari sebelumnya.

Sang ibu pun kini menghadapi dakwaan penganiayaan anak dan penyerangan. (tribunkota.com)

  
thumbnail

On 17.25 with No comments


Kejahatan memang bisa terjadi dimana saja dan kapan saja. Sudah bukan hal mengagetkan bila kita melihat kejahatan ini terjadi di sekitar kita. Zaman sekarang, antisipasi dan waspada memang perlu. Sulit untuk percaya dengan orang baru, apalagi baru kenal udah butuh pertolongan kita.
Salah satunya modus penipuan yang satu ini. Belakangan ini marak lagi modus baru yaitu orang yang meminta tolong untuk transfer sejumlah uang dan menggantinya dengan uang palsu. Duh, niatnya baik malah jadi kena musibah gitu. Simak penjelasannya di bawah ini ya guys!
MODUS PENIPUAN BARU dengan :
"UANG PALSU.......".
Hati² apabila di ATM tiba2 anda mendengar orang di sebelah anda ( biarpun mereka berpenampilan "wah" ataupun orang tua yang penampilannya membuat anda terharu atau juga yang selainnya) di depan ATM, lalu bilang:
"Wah...saya salah, mestinya saya transfer, koq malah saya tarik tunai..!!!"
Anda akan lihat orang itu pegang setumpuk uang tunai (padahal uang palsu).
Setelah itu, dia menoleh ke anda, lalu bilang:
"Bisa tolong saya ga? Saya salah tadi, maksudnya mau transfer koq malah tarik tunai. Uang tunai ini silahkan ambil, tapi tolong uang saya ditransferkan aja sejumlah yang saya berikan ini ?!".
-Kalo anda menolong orang itu, berarti anda mentransfer uang asli anda ke rekening dia. Sementara uang yang anda terima adalah uang palsu.
- Modus lainnya, dengan membawa uang yang cukup banyak , harus transfer lalu mengaku saldo di rekeningnya kosong dan hanya ada uang cash dan meminta tolong anda untuk mentrasfer uang sebanyak yang mereka bawa. kerekening tujuan.
- Biasanya mereka beroperasi pada jam jam kantor tutup atau malam (Bank sudah tutup)
Sebarkan berita ini ke keluarga, teman, orang sekeliling anda untuk memperingatkan mereka akan modus penipuan baru di sekitar ATM ini.
Jangan sampai anda dan keluarga anda tertipu...
Hati-hati lho!!!!
Sumber : harianposterkini
thumbnail

On 06.00 with No comments

Seorang mahasiswa Unikom Bandung bernama, Aminah Alida, menjadi korban pengeroyokan empat orang di Metro Suite Apartemen, Soekarno-Hatta, Bandung Jawa Barat. Peristiwa itu terjadi pada 24 Januari 2017 kemarin.

Pengeroyokan itu bermula saat salah satu pelaku yang diketahui bernama Maya Siregar berpura-pura menelepon korban dan mengatakan ia tengah berkelahi dengan seorang laki-laki. Kemudian, korban diminta datang ke apartemen yang disebutkan sebelumnya.

Setiba korban di apartemen tepatnya di Tower E Lantai 5 No 25, Maya ternyata tak seorang diri. Dia bersama tiga teman lain Rindu Meilan, Ripal Hukubun, dan Indra Mulyadi dan Salman.

Pelaku penganiayaan mahasiswi unikom 2017 Merdeka.com/istimewa
Maya diduga cemburu dengan sikap Aminah. Sebab, Aminah telah berteman dengan cowok idaman atau gebetan Maya di Instagram.

"Dikarenakan Maya cemburu dengan korban, lalu Maya menyuruh korban memukul Maya dan selanjutnya Maya memukul korban beberapa kali dan menyulut api rokok ke tangan kanan kiri dan tangan kanan korban," tulis Kasubag Humas Polrestabes Bandung Reny Marthaliana dalam pesan singkat yang diterima Merdeka.com, Minggu (29/1).

Pelaku penganiayaan mahasiswi unikom 2017 Merdeka.com/istimewa
Reny menuturkan, teman-teman Maya langsung ikut menganiaya korban. Terlapor bernama Rindu, lanjut Reny, memukul muka korban dan Rival menjambret korban.

BACA SUMBER
thumbnail

On 15.24 with No comments



FA (20) pemuda asal Desa Lemang, Kecamatan Rangsang Barat, Selatpanjang, Riau terancam menjalani hukuman 15 tahun penjara.

Pasalnya, FA nekat menyetubuhi NA (14) anak di bawah umur yang juga masih tetangganya.

"Sudah tiga kali saya gituin (setubuhi). Pertama kalinya kami lakukan pada Juni tahun lalu. Tapi itunya saya tidak sampai masuk, hanya ditempelkan dan digesek-gesek saja," ujar FA seusai menjalani pemeriksaan di Mapolres Kepulauan Meranti, Jumat (20/1/2017).

FA mengatakan, dalam menjalankan aksinya ia meyakinkan NA jika perbuatan mereka tidak akan mengakibatkan NA hamil.

"Saya juga terkejut kenapa dia bisa hamil 7 bulan," ujarnya.

Pemuda tanggung yang mengaku sebagai playboy di desanya itu mengatakan bersedia menikahi korban untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Namun, orangtua korban tetap bersikeras untuk menjebloskannya ke jeruji besi.

"Kalau sudah seperti ini saya tidak mau lagi nikah dengannya," ujar orangtua korban.