thumbnail

On 23.40 with No comments


Menerima berbagai ancaman dan penolakan saat di Bali Ustadz Abdul Somad tetap melangkahkan kakinya untuk berdakwah, ada dua ayat Al-Qur'an yang membuat ustadz Abdul somad tak takut dan berani tetep melaksanakan dakwahnya 

Dai asal Pekanbaru Riau Ustadz Abdul Somad Lc MA sempat merasa khawatir dengan adanya penolak tabligh akbar di Denpasar Bali. Namun, ada dua ayat di dalam Al-Qur'an yang membuat sang ustadz berani dan tetap melangkahkan kakinya untuk berdakwah.


Hal ini seperti disampaikan oleh Ustadz Somad saat menyampaikan ceramah di Masjid An-Nur Jalan Diponegoro Denpasar Bali pada Jum'at (8/12/17) sebagaimana dikutip dari tarwabia.net.

"Jangan takut. Jangan cemas. Ke mana pun kau pergi, hamba-hamba yang ada di atas muka bumi ini adalah hamba Allah, bumi yang kau pijak adalah buminya Allah." tutur Ustadz Somad tegas.

Dua ayat yang membuat Ustadz Somad tidak takut terhadap para penolak ialah dua ayat pertama surat Al-Ikhlash yang berisi tentang makna tauhid.

"Kalau kata Allah 'Tidak', maka tidak akan pernah terjadi. Innama amruhu idza aroda syai-an an-yaquula lahu kun fayakun. (Sesungguhnya urusan-Nya, apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata, 'Jadilah!' Maka jadilah ia)." lanjut dai lulusan Universitas Al-Azhar Kairo ini.

Tauhid ini, menurut Ustadz Somad, harus menjadi keyakinan setiap umat Islam. Agar ia hanya bergantung dan yakin hanya kepada Allah.

Keyakinan inilah yang membuat seorang hamba tidak takut dengan ancaman siapa pun. Pun jika semua manusia di dunia ini berniat mencelakakannya.

"Kalau sekiranya berkumpul semua manusia di muka bumi ini ingin memudharatkanmu, kalau 'Tidak,' kata Allah (maka tidak akan terjadi). Dan jika kau mati (karena dicelakai) maka itu sudah tiba ajalmu, di mana pun tempatnya." terang Ustadz Somad.

Setelah keyakinan penuh, terang Ustadz Somad, langkahkan kaki dan serahkanlah semua urusan hanya kepada Allah.

"Langkahkan kaki. Katakan kepada Allah, 'Bismillahi tawakkaltu 'alallah la haula wa la quwwata illa billah.'" jelas sang ustadz.



Ayat pertama dan kedua surat Al-Ikhlas ini, menurut penjelasan Ustadz Somad, adalah ikrar agar seorang hamba hanya meminta dan bergantung kepada Allah dan berlepas dari selain-Nya.

"Kalau sudah katakan Qul Huwallahu Ahad jangan kau minta pada yang lain. Minta pada Allah. Allahush shomad. Meminta hanya kepada Dia. Allah tempat bergantung." tegas Ustadz Somad, disambut pekikan takbir dari jamaah yang menyemut.

Inilah keyakinan yang akan menolong seorang hamba ketika berada dalam kesulitan.

"Ketika engkau sedang hanyut, angin kencang, puting beliung, Di mana kakimu berpijak? Tidak ada. Tapi ada tempat bergantung, yaitu Allah Subhanahu wa Ta'ala." pungkasnya.
thumbnail

On 23.25 with No comments

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg0tnJ4cuVE_4pPpOul4DN8eM3NVGXYHpwBzxpRLSdMOAtPpa_NVTMQBpiunVM8BfJjcPbR1wSLRvuLV9Ccw2mHUZ8QNizcyCHtTu_NIpqVWsnm_-DhNFw7BOUVl4JKrX43B-JimxO_Wl4/s1600/Untitled+design+%25284%2529.png
Sekarang sudah banyak berita pelakor yang biasanya pelakunya itu wanita yang belum mendapat jodohnya atau memang suka merebut suami orang. Tapi kali ini beda, pelakornya adalah seorang wanita yang masih duduk di bangku SMA.

Karena tak kuat melihat suaminya selingkuh dengan seorang pelajar, wanita ini curhat di medsos dan bikin nyesek lihatnya.

Akun Facebook Marry Widdi , Rabu (09/12/2017) membagikan kisah rumah tangganya yang hancur setelah suaminya jatuh ke tangan wanita lain yang ternyata masih duduk di bangku SMA.

Mengutip infoteratas, lewat postingannya tersebut Marry mengaku sudah cukup bersabar dan melunak dengan kelakuan wanita perebut suaminya itu namun semakin hari kelakuannya makin menjadi-jadi.

Marry mengaku tidak ingin memposting aib ini tetapi terpaksa karena postingan foto-foto mes*m yang menurutnya bisa menambah dampak negatif dikalangan siswi yang masih sekolah



Walau begitu, Marry juga mengaku sangat ingin mempertahankan pernikahannya setelah apa yang dilakukan suaminya. Ini semua dilakukan demi anaknya.

Berikut postingan Marry Widdi yang viral di media sosial dan telah dibagikan hampir 13 ribu kali

Saya tau pasti ada pro dan kontra,membeberkan aib suami saya.

Tapi selama ini,ini benar2 keterlaluan pihak perempuan (Rida Ayu Nisa).

Saya sudah belajar u/ sabar menghadapi mu. Tp dgn kesabaran sya dan diam saya kamu (Rida ayu nisa) makin melunjak dan menjadi jadi.



Foto syur kamu bersama suami saya (Agusman Riyadi) yg seharusnga tdak pantas diliat oleh anak sekolah seumuran kamu ini akan menambah dampak negatif dikalangan mreka yg masih sekolah.

Ingat Saya diam karna saya ingin menjadikan musuh saya sebagai sahabat saya.

Dan,dengan tulisan dan coretan tangan kecil Kakak tasya membuat saya mempertahankan rumah tangga saya. Dan Surga nya Istri ada dibawah telapak kaki Suami.


Ini kamu sudah benar2 keterlaluan. Dgan memposting foto2 syur mu di media sosial.

*Rida Ayu Nisa nama nya (pelakor)

*Alamat nya ; jl kedung mangu selatan gg 2 no 8 Surabaya (seingat saya)

*sekolah ; #Smatritunggalsurabaya 
*kelas ; 3 (tiga)
 
Ini foto mereka. Bukti ini akan saya simpan


thumbnail

On 04.44 with No comments

Banyak pertanyaan yang ada di kepala Henry Baskoro Hendarso (25) alias Enji soal kehamilan Ayu Ting Ting (22) hingga persalinan yang dirahasiakan itu. Meski terungkap, Enji ragu jika Bilqis Khumairah Razak adalah putrinya.
Enji kemudian menantang Ayu untuk melakukan tes DNA untuk mengetahui siapa ayah biologis Bilqis yang dilahirkan diam-diam di Rumah Sakit (RS) Bunda, Menteng, Sekarang nih, kalau perempuan hamil duluan senang nggak kalau sudah dikawini (Enji),” kata Hotman Paris Hutapea, pengacara Enji, ketika jumpa pers di Restoran Golden Leaf, kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Dua puluh hari setelah dinikahi putra mantan Kepala Polri Jenderal (Purn) Bambang Hendarso Danuri tersebut, Ayu kemudian meninggalkan rumah bersama dan kembali pulang ke rumah orangtuanya.
bsb
“Enji mempertanyakan nih jangan-jangan ada sesuatu,” ujar Hotman. Tidak hanya tanggal dan tempat melahirkan Bilqis saja, Enji juga tak tahu nama putrinya jika benar anak Ayu itu adalah darah dagingnya sendiri.”Wajar dong Enji bertanya, bukan sengaja bikin ‘peluru’, kenapa namanya si anak tidak memakai nama bapaknya,” jelas Hotman.Saat ini, lanjut Hotman, Enji hanya ingin menantang Ayu untuk melakukan tes DNA.
Jika tidak bersedia, Enji berencana melaporkan Ayu ke polisi atas dugaan menghilangkan dan mengaburkan identitas anaknya.
“Kalau Ayu tak mau tes DNA, ya sudah, lihat saja proses hukum berikutnya. Kami tidak bisa memaksa,” katanya.
Hotman meminta Enji untuk segera melupakan Ayu dan mencari pendamping hidup yang baru.
“Saya sudah bilang ke dia (Enji), kalau ada seperti Zaskia Gotik, yang lebih cantik, kenapa enggak,” ceplos pengacara nyentrik itu, saat ditemui di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta
sg
Soal sikap Ayu yang melarang Enji untuk menemui sang anak, Hotman menyarankan kliennya untuk bersabar.
“Biarkan waktu yang menjawab, seorang ibu yang baik justru harus mendorong anaknya mau ketemu bapaknya. Kepentingan hati yang terluka atau kepentingan anaknya,” sindir Hotman
Ayu Ting Ting resmi dipersunting Enji pada 4 Juli 2013. Pernikahan yang dilangsungkan pagi hari itu pun terkesan serba mendadak. Kala itu dikabarkan Ayu telah berbadan dua. Tak lama kemudian, pada awal September kabar keduanya pisah rumah kembali memanas. Ayu disebut telah pergi dari rumah Enji dan kembali kepada orangtuanya.
Bahkan, kini Ayu telah melayangkan gugatan cerainya di Pengadilan Agama Depok.
“Umur kandungan (Ayu) yang hanya enam bulan, ditambah lagi yang minta kawin buru-buru mertuanya Enji. Sesudah akta nikah dapat, hanya 20 hari Ayu sudah pulang. Sehingga menjadi pertanyaan, kok seolah-olah hanya kawin sebentar, sesudah akta kawin dapat terus ditinggal. Ada keraguan gitu.
Jadi ya sudah deh tes DNA dulu,” kata kuasa hukum Enji, Hotman Paris di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin
enji
hukum Enji menyebutkan 5 alasan kliennya meminta Ayu melakukan tes DNA kepada buah hatinya. Berikut poin-poinnya:

1. Kenapa waktu kawin pertama, ibunya mendesak harus kawin
2. Waktu Enji dan Ayu mau menikah, Enji sudah berbicara kepada Ayu untuk tidak ada resepsi. Oleh sebab itu, di akad nikah tidak ada resepsi, buktinya keluarga Ayu setuju. Kenapa 20 hari kemudian memutuskan hubungan dengan alasan resepsi
3. Sesudah ditemukan panggilan pengadilan, ternyata bayi lahir 6 bulan setelah akte kawin, padahal bayinya tidak prematur, berarti 9 bulan. Yang jadi pertanyaan, sebelum 9 bulan apa yang terjadi?
4. Enji dan Ayu tidak ada pertengkaran yang serius. Namun, Ayu tiba-tiba meninggalkan rumah. Padahal Ayu sudah tahu kalau resepsi itu tidak ada. Tapi mengapa itu yang dipakai sebagai alasan
5. Enji jadi bertanya, ‘jangan-jangan bayi itu lahir agar ada akte kawinanya?.’ Itulah akhirnya Enji memutuskan tes DNA kepada Bilqis.
 [vuuu7indo.info]
thumbnail

On 04.07 with No comments

Kecelakaan yang merenggut korban jiwa terjadi di Jalan R Soekamto, atau tepatnya 300 meter sebelum PTC mall.

Korbannya kali ini adalah Suswantile biasa dipanggil sule wantile (20), warga Kompleks Bumi Sako Damai, RT 99/03, Kelurahan Sako, Kecamatan Sako, Palembang. sule wantile tewas seketika usai motor Yamaha Mio Soul merah BG 2289 ID yang dikendarainya menabrak truk tangki.




loading...
Kecelakaan tragis yang merenggut nyawa Andre terjadi pada Rabu 06 Juli 2017. Awalnya, sule wantile bermaksud menuju PTC mall untuk berbelanja.

Ketika melintas di lokasi kejadian, mencoba untuk mendahului truk tangki yang ada di depannya dari sebelah kiri. Nahas, saat hendak memotong laju truk, motornya menyenggol bagian depan truk hingga terpental.


Akibatnya,  pun terseret truk tangki pengangkut minyak tersebut. Akibat kecelakaan itu, korban mengalami luka serius di bagian kepala dan tewas di tempat kejadian.

Semantara sang pengemudi truk, langsung melarikan diri.

Kasat Lantas Polresta Palembang Kompol Harris Batara mengatakan, saat ini jenazah korban sudah dievakuasi ke Instalasi Pemulasaraan Jenazah RSMH Palembang.


"Informasi saat ini, korban diduga berusaha mendahului truk tangki. Saat hendak memotong truk tersebut, korban terserempet lalu jatuh dan terseret truk," ungkap Harris.


Haris menambahkan, saat ini pihaknya sudah melakukan olah TKP dan memintai keterangan saksi.

"Untuk pengemudi truk masih dalam pengejaran, karena melarikan diri. Kita juga mengimbau masyarakat agar lebih mawas saat berkendara," tukasnya.

tribun.kota.com
thumbnail

On 03.55 with No comments



Presiden Joko Widodo berharap antara pemerintah dan Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI) bisa mengintegrasikan sistem terpadu untuk mempercepat perbaikan tata kelola penempatan pekerja migran ke luar negeri. Sehingga ke depan, para pekerja migran Indonesia di luar negeri makin terlindungi dan mendapatkan pekerjaan serta penghasilan yang semakin layak.

Demikian disampaikan Ketua Umum APJATI Abdullah Umar Basalamah setelah diterima Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jumat (08/11) kemarin. Pria yang akrab disapa Ayub ini diterima Presiden didampingi puluhan pengurus DPP dan DPD APJATI se - Indonesia serta perwakilan luar negeri APJATI dari 13 negara.

Presiden, lanjut Ayub, meminta APJATI berperan nyata untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi pekerja migran Indonesia di luar negeri.

"Saya ingin tata kelola kita bisa seperti Filipina dan saya sangat yakin yang bisa berperan dari pihak swasta dalam hal ini adalah APJATI. Saya minta APJATI segera membuat tim yang nanti bekerja bersama pemerintah," kata Presiden sebagaimana disampaikan Ayub.

Dalam waktu dekat Presiden berjanji akan mengadakan rapat bersama lintas Kementerian dan Lembaga yang terdiri dari Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Hukum dan HAM, BNP2TKI dan mengundang APJATI untuk mempercepat tata kelola migrasi, setelah diundangkannya UU No. 18 tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.

"Sampai sekarang kita fokus pada pembangunan infrastruktur. Segera setelah ini, kita masuk ke pembangunan kualitas dan kompetensi manusia kita. Secepatnya kita adakan pembahasan bersama antara pemerintah dan APJATI," tegas Presiden.

Sebagai Ketua Umum APJATI, Ayub menyatakan melaporkan kepada presiden bahwa selama ini asosiasinya telah menjalin kerjasama strategis dengan Kementerian Ketenagakerjaan, untuk bersama-sama merumuskan perbaikan sistem dan tata kelola pekerja migran.

"Kami terus memberikan masukan dan melakukan diskusi-diskusi bersama dengan jajaran Kemnaker. InsyaAllah, dalam waktu dekat akan ada wujud yang kongkrit. Presiden mengapresiasi soal ini dan berharap segera ada kebijakan perbaikan migrasi pekerja ke luar negeri," terang Ayub.

Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri saat dihubungi secara terpisah menanggapi positif pertemuan Presiden dan APJATI.

"Ini bukti bahwa Presiden Jokowi tidak hanya peduli dengan infrastruktur. Presiden nyata peduli dengan kualitas dan kompetensi serta perlindungan pekerja migran Indonesia di luar negeri. Tentu saya akan menindaklanjuti hasil pertemuan tersebut supaya arahan presiden segera menjadi kebijakan kongkrit untuk dilaksanakan," tegas menteri yang hoby bernyanyi ini.

Hanif menambahkan dirinya bersama jajaran di Kemnaker terus melakukan negosiasi dengan negara-negara tempat para pekerja migran Indonesia bekerja. Negosiasi itu untuk makin memastikan adanya sistem perlindungan yang kuat dan kesejahteraan yang layak bagi pekerja Indonesia. [hhw]
thumbnail

On 03.26 with No comments

w644 (7)
Kematian Yudi Hermanto, pria berbobot 310 kg (kilogram), meninggalkan duka mendalam bagi keluarganya. Warga Karawang, Jawa Barat itu meninggal dunia saat menjalani perawatan di rumah sakit umum daerah (RSUD) setempat. Sebelum mengembuskan napas terakhir, lelaki berusia 33 tahun itu sempat mengalami kejang-kejang dan sesak napas.
“Yudi meninggal pukul 05.45 WIB di RSUD. Soal penyakit dan penanganannya tidak bisa kami buka kepada publik,” ucap Kasi Pelayanan RSUD Karawang, Dwi Susilo, saat dihubungi melalui telepon selularnya, Senin (11/12/2017).
Hal itu adalah rahasia kedokteran. “Jadi, silakan saja tanya ke keluarga karena sudah diberikan penjelasan oleh dokter,” ujarnya.
Adapun salah seorang kerabat almarhum Yudi, Nadia, mengatakan bahwa sebelum meninggal Yudi bangun dari tidur sekitar pukul 04.00 WIB. Karena merasa kegerahan, dia pergi mandi.
Selesai mandi, Yudi kembali berbaring di tempat tidur. Tak lama kemudian, ia mengeluh napasnya sesak. Keluarga berupaya menghubungi dokter. Namun, pria berbobot 310 kg itu tiba-tiba kejang-kejang, kemudian diam tidak bergerak.
“Karena panik, saya langsung menghubungi perawat yang berjaga. Namun, begitu perawat datang, Yudi sudah meninggal dunia,” katanya.
Selanjutnya, keluarga memakamkan jenazah pria berbobot 310 kg itu di Kampung Pancasila, Desa Sirnabaya, Kompleks Asrama 324, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang.
Rutin Melahap Sisa Makanan Katering
Kebiasaan Yudi Hermanto selalu menghabiskan sisa makanan pelanggan katering tempatnya bekerja membuat berat badannya naik tiga kali lipat. Berat badan Yudi mencapai 310 kg.
Sejak setahun terakhir, dia selalu memakan sisa katering hajatan pasangan pengantin yang menjadi pelanggan tempatnya bekerja. Kini, ukuran tubuh warga Desa Sirnabaya, Kecamatan Telukjambe Timur, Karawang, Jawa Barat, itu menjadi superjumbo.
Yudi menceritakan, setahun lalu berat badannya hanya 110 kilogram. Kini, berat badannya naik tiga kali lipat menjadi 310 kilogram. Saat ini dia dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang.
Awalnya, Yudi tidak bisa memeriksakan penyakitnya tersebut karena faktor ekonomi. Namun, dia kini mendapat bantuan biaya pengobatan selama di RSUD Karawang dari Pemkab Karawang.
“Saya baru tahu kalau badan saya sedemikian berat. Sebab, timbangan di rumah sudah tidak cukup untuk menimbang saya lagi,” kata dia, beberapa hari lalu.
“Saya memang punya bakat gemuk, tapi tidak seperti ini. Berat saya waktu itu cuma 110 kilogram. Itu sudah paling tinggi. Tapi, sekarang malah terus bertambah dengan cepat. Saya tidak tahu kenapa,” ucapnya.
Yudi mulai bingung dengan pertumbuhan badannya yang semakin pesat. Dia sempat meminta orangtuanya mengantar ke dokter. Namun, karena tidak punya uang, dia biarkan penyakitnya terus tumbuh.
“Saya sempat putus asa dengan penyakit saya ini. Tapi, mau bagaimana lagi, saya memang tidak punya uang. Saya bilang kepada orangtua saya jangan mikirin saya lagi, biar ini urusan saya untuk menjalaninya,” tuturnya.
Pengobatan Ditanggung Pemerintah

Yudi Hermanto, (baju hijau) pria berbobot 310 kg kini sedang menjalani perawatan di RSUD Karawang. (Aef Saepulloh/Pasundan Ekspress)
Yudi sempat mengaku kaget setelah mendapat kabar bahwa penyakit yang dideritanya bakal diobati pemerintah daerah. Saat akan menjalani pemeriksaan di RSUD, Yudi ditemui Wakil Bupati Karawang, Ahmad Zamakhsyari.
Ahmad menyatakan, pemerintah bakal menanggung seluruh biaya pengobatan Yudi selama dirawat di RSUD. Bahkan, jika harus dirujuk ke rumah sakit lain di luar Karawang, pemerintah tetap membiayai perawatan Yudi hingga dinyatakan sembuh.
“Kami prihatin dengan penyakit yang diderita Yudi. Semoga saja dengan perawatan intensif dari tim medis, dia bisa segera pulih,” ujarnya.
Selain biaya perawatan Yudi, pemerintah daerah memberikan bantuan kepada keluarga yang menunggu di rumah sakit.
“Kami berharap dengan bantuan pemerintah ini penyebab penyakit Yudi bisa segera diketahui, kemudian dapat disembuhkan,” ucapnya.
Sumber/foto/artikelasal:Linetoday
thumbnail

On 03.14 with No comments

Setiap manusia akan berjuang sekuat tenaga untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Ada yang
bekerja siang dan malam, ada juga yang mempertaruhkan nyawanya demi sesuap nasi.
Yah, kemiskinan merupakan salah satu masalah utama yang sedang melanda berbagai negara di dunia ini.
Jutaan keluarga di seluruh penjuru dunia menderita karena kemiskinan.
Mereka rela melakukan apapun demi mendapatkan uang dan memenuhi kebutuhan keluarganya.
Tidak jarang orang yang sudah tua renta atau bocah yang masih sangat muda, harus banting tulang demi membantu keluarganya.
Kamu pastinya sering melihat bocah yang masih sangat muda, berjualan atau mengemis di pinggir jalan.
Ada juga orang yang sudah tua dan renta yang bekerja sangat keras walaupun kondisi kesehatan dan usianya sudah tidak mendukung.
Salah satunya adalah pria yang satu ini.
Layaknya di Indonesia, kemiskinan juga masih menghantui masyarakat Filipina.
Tribunstyle melansir dari Viral4real, kisah memilukan pria ini diunggah oleh akun Facebook @AbbeyAnnHernandez.
Saat itu, dia bersama keluarganya sedang berlibur ke pantai Filipina.
Sesampainya di sana, dia melihat ada seorang pria yang berenang mendekati perahunya.

Pria menjual es krim di tengah laut (viral4real)
Pada awalnya, Abbey hanya menganggap bahwa pria itu salah satu pengunjung pantai yang sedang berenang saja.
Namun, dia terkejut saat melihat pria itu menghampirinya sembari membawa kotak es krim.
Rupanya pria tersebut sedang berjualan es krim sembari berenang di tengah laut.

Pria berjualan es krim di tengah laut (Viral4real)
Saat ditanya, rupanya pria tersebut harus bekerja demi memenuhi kebutuhan keluarganya.
Yap, pria yang belum diketahui namanya ini tergolong keluarga menengah ke bawah.
Setelah ceritanya diunggah ke media sosial, banyak warganet yang merasa iba melihat perjuangan keras pria tersebut.
Pria paruh baya ini rela mengorbankan nyawanya sendiri demi mendapatkan uang untuk mencukupi kebutuhan keluarganya.
Bagaimana tidak, bisa saja dia terseret ombak atau tenggelam di tengah lautan.
Banyak warganet yang bersedia membantu pria paruh baya tersebut dan memberikan donasinya.
Berikut ini postingan Abbey yang sudah dibagikan lebih dari 34 ribu kali di Facebook.
Bagaimana menurutmu? (TribunStyle.com/ Irsan Yamananda)